PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu masalah jangka panjang yang harus
dilakukan oleh setiap negara. Dimana sangat diharapkan terjadinya pertumbuhan
ekonomi tersebut. Pertumbuhan ekonomi yang pesat merupakan fenomena penting
yang dialami dunia semnjak dua abad belakangan ini. Dalam periode tersebut
dunia telah menganalami perubahan yang sangat nyata apabila dibandingkan dengan
periode sebelumnya. Sampai abad ke 18 kebanyakan masyarakat di berbagai negara
masih hidup pada tahap subsisten dan mata pencarian utama adalah dari mata
pencaharian di sektor pertanian, perikanan dan berburu.
Ditinjau
dari sudut ekonomi, perkembangan ekonomi dunia yang berlaku semenjak dua abad
yang lalu menimbulkan du efek penting yang sangat menggalakkan yaitu:
• Kemakmuran atau taraf hidup masyarakat makin meningkat.
• Masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja yang baru kepada penduduk yang terus bertambah jumlahnya.
• Kemakmuran atau taraf hidup masyarakat makin meningkat.
• Masyarakat dapat menciptakan kesempatan kerja yang baru kepada penduduk yang terus bertambah jumlahnya.
Pertumbuhan ekonomi merupakan perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang
menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan
kemakmuran masyarakat meningkat.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perekonmian
Indonesia tidak terlepas dari permasalahan kesenjangan dalam pengelolaan
perekonomian, dimana para pemilik modal besar selalu mendapatkan kesempatan
yang lebih luas dibandingkan dengan para pengusaha kecil dan menengah yang
kekurangan modal.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
ekonomi di Indonesia secara umum yaitu:
• Faktor produksi, yaitu harus mampu
memanfaatkan tenaga kerja yang ada dan penggunaan bahan baku industri dalam
negeri semaksimal mungkin.
• Faktor investasi, yaitu dengan membuat
kebijakan investasi yang tidak rumit dan berpihak pada pasar.
• Faktor perdagangan luar negeri dan neraca
pembayaran, harus surplus sehingga mampu meningkatkan cadangan devisa dan
menstabilkan nilai rupiah.
• Faktor kebijakan moneter dan inflasi, yaitu
kebijakan terhadap nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga ini juga harus di
antisipatif dan diterima pasar.
• Faktor keuangan negara, yaitu berupa kebijakan
fiskal yang konstruktif dan mampu membiayai pengeluaran pemerintah.
Kebanyakan
negara berkembang menghadapi banyak masalah dalam mempercepat pertumbuhan
ekonomi. Hambatan-hambatan terpenting yang dialami adalah:
• Kegiatan sektor pertanian masih tetap
tradisonal dan produktivitasnya sangat rendah.
• Kebanyakan negara masih menghadapi masalah
kekurangan dana modal dan barang modal (peralatan produksi) yang modern.
• Tenaga terampil, terdidik dan keahlian
keusahawanan penawarannya masih jauh dibawah jumlah yang diperlukan.
• Perkembangan penduduk sangatlah pesat.
• Berbagai masalah institusi, sosial,
kebudayaan dan politik yang sering dihadapi.
Kebijakan
mempercepat pertumbuhan ekonomi yang dilakukan pemerintah adalah:
Kebijakan diversivikasi kegiatan ekonomi,
langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memodernkan kegiatan ekonomi yang
ada. Sedankan langkah penting yang harus dilakukan adalah mengembangkan
kegiatan ekonomi yang baru yang dapat mempercepat informasi kegiatan ekonomi
yang bersifat tradisional kepada kegiatan ekonomi yang modern.
Mengembangkan infrastruktur, modernisasi
pertumbuhan ekonomi memerlukan infrasturuktur yang modern pula. Berbagai
kegiatan ekonomi memerlukan infrastruktur yang berkembang, seperti jalan,
jembatan, lapangan terbang, pelabuhan, kawasan perindustrian, irigasi dan
penyediaan air, listrik dan jaringan telepon.
Meningkatkan tabungan dan investasi,
pendapatan masyarakat yang rendah menyebabkan tabungan masyarakat rendah.
Sedangakan pembangunan memerlukan tabungan yang besar untuk membiayai investasi
yang dilakukan. Kekurangan invesatsi selalu dinyatakan sebagai salah satu
sumber yang dapat menghambat pembangunan ekonomi. Oleh sebab itu syarat penting
yang perlu dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi
adalah meningkatkan tabungan masyarakat
Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat,
dari segi pandangan individu maupun dari segi secara keseluruhan, pendidikan
merupakan satu investasi yang sangat berguna dalam pembangunan ekonomi.
Individu yang memperoleh pendidikan tinggi cenderung akan memperoleh pendapatan
yang lebih tinggi, jadi semakin tinggi pendidikan maka semakin tinggi pula
pendapatan yang diperoleh
Merumuskan dan melaksanakan perencanaan
ekonomi, kebijakan pemerintah yang konvensional yaitu kebijakan fiskal dan
moneter tidak dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan. Untuk
mengatasinya pada tahap mula dari pembangunan ekonomi perencanaan pembanguna
perlu dilakukan. Melalui perencanaan pembangunan dapat pula ditentukan sejauh
mana investasi swasta dan pemerintah perku dilakukan untuk mencapai suatu
tujuan pertumbuhan yang telah ditentukan
Kesimpulan:
Pertumbuhan dan pembanguna ekonomi adalah
masalah jangka panjang. Setiap negara mempunyai kesempatan untuk mewujudkan
pertumbuhan ekonomi oleh karena faktor faktor produksi bertambah dari satu
periode ke periode lainnya dan oleh karena itu pendapatan nasional dapat
ditingkatkan. Akan tetapi belum tentu perkembangan yang berlaku dapat mencapai
potensi pertumbuhan ekonomi yang dapat diwujudkan. Apabila hal ini berlaku,
masalah pengangguran dapat menjadi serius. Keadaan seperti ini dapat terlihat
dalam perekonomian yang selalu mengalami pertumbuhan yang lambat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar