Jumat, 18 Desember 2015

TULISAN_4SS_PENGANTAR_BISNIS

CARA MEREKRUT KARYAWAN / TENAGA KERJA


Perusahaan pastinya tak ingin sekedar menerima orang tanpa melihat latar belakang serta bakat yang dimiliki. Apalagi bila karakter yang dimiliki juga terkesan tidak mendukung potensi karirnya berkembang. Seperti yang kita ketahui, ada orang pinter yang terlalu sombong dengan kemampuannya hingga tak ingin belajar lagi.
Untuk lebih jelasnya, berikut proses rekrutmen yang umumnya diterapkan oleh pihak perusahaan. Hanya saja talent managementlah yang bergerak dan menemukan bibit unggul. Proses tersebut antara lain adalah.

1.      Menyeleksi lamaran yang masuk ke perusahaan
Proses ini wajib hukumnya, agar tak sembarang calon karyawan yang direkrut nantinya. Pada tahap awal ini, cv beserta surat penting lainnya dilampirkan oleh pelamar. Dari sini, pihak manajemen sumber daya bisa memilah mana yang sesuai standar dan mana yang tidak. Umumnya, cv berisi pengalaman bekerja selama ini di perusahaan lain atau selama hidup mereka. Lalu, ada pula ijazah yang menggambarkan seberapa besar pengetahuan yang dimiliki pelamar.

2.      Mengumpulkan pelamar yang memenuhi syarat
Langkah berikutnya adalah dengan memanggil para pelamar yang dianggap telah memenuhi syarat. Para calon karyawan ini akan mengikuti tahapan seleksi lainnya, biasanya berupa interview. Disini, pihak talent management bisa membaca karakter sekaligus bakat yang dimiliki. Sehingga mereka bisa semakin yakin sebelum mengambil keputusan besar, menerima atau menolak calon karyawan tersebut di perusahaan.

3.      Mengembangkan dan memperkuat karyawan baru
Proses rekrutment ini adalah yang paling awal dilakukan atau on boarding. Ketika pertama kali karyawan bergabung, maka dia telah siap secara mental dan karakter memajukan perusahaan. Diharapkan tenaga baru tersebut bisa konsisten dengan nilai, wawasan, serta strategi yang diterapkan perusahaan. Tak ada keluhan atau alasan lain yang mungkin keluar dari mulut para calon karyawan selama proses tersebut berlangsung. Mereka dianggap telah setuju semenjak awal memasukkan lamaran di perusahaan tersebut.

4.      Mempertahankan karyawan berpotensi di perusahaan
Mengembangkan bakat serta kemampuan karyawan selama di perusahaan adalah tugas yang cukup berat. Pasalnya ada karyawan yang perkembangannya sangat pesat dan adapula yang sebaliknya. Langkah paling sulit memang untuk mempertahankan dan mengembangkan sumber daya manusia di perusahaan. Ada kalanya mereka ingin lepas dan mencoba peruntungan di perusahaan lain. Inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi pihak manajemen bakat. Selain itu, bisa saja karyawan yang belum lama bergabung namun berpotensi memutuskan untuk keluar. Hal inilah yang coba dihindari oleh pihak perusahaan. Itulah mengapa lahir istilah kontrak yang menerapkan pinalti di dalamnya.

5.     Merekrut sebanyak mungkin karyawan berkompeten
Begitu banyak pelamar berkompeten yang masih menganggur dan belum mendapat pekerjaan. Padahal bila diberi kesempatan, bukan tidak mungkin mereka bisa memajukan perusahaan. Inilah mengapa kebanyakan perusahaan akhirnya membuka lowongan pekerjaan demi merekrut sebanyak mungkin calon karyawan yang berkomitmen dan kompeten. Dalam proses rekrutmen ini, karakter yang dicari haruslah sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya.

6.      Pelatihan dan program seleksi dalam upaya perekrutan
Berbagai pelatihan dan program seleksi dilakukan untuk mengkoordinasikan perekrutan yang dilakukan. Talent management pastinya mengikutsertakan seluruh karyawan agar bersinergisitas memajukan perusahaan tersebut. Karyawan baru diharapkan mampu mengikuti irama kerja para senior di perusahaan dan saling bahu membahu. Tak hanya itu, diharapkan para karyawan baru memahami secara penuh strategi serta visi misi perusahaan ke depan. Bukan sebatas permukaan saja, seperti yang dilihat oleh masyarakat umum. Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap pemerintah untuk menciptakan kesempatan kerja seluas-luasnya. Inilah yang coba dipenuhi oleh pihak perusahaan dalam proses rekrutmen. Mereka mencoba menarik semua karyawan berpotensi bergabung demi mengubah standar ekonomi individu.




http://pakarkinerja.com/cara-merekrut-karyawan-yang-kompeten-dan-mempertahankan-karyawan-terbaik/

Minggu, 06 Desember 2015

TUGAS PKTI 1A

PETA RENCANA HIDUP


http://www.finansialku.com/wp-content/uploads/2013/07/life-stage.png

Saya bermimpi dan berencana kedepannya nanti saya akan menjadi akuntan yg baik, membahagiakan kedua orang tua saya, membiayai orang tua saya ke pergi haji, mempunya pasangan yang soleha, dan berangkat ke tanah suci bersama istri saya, dan ketika saya sudah tua saya akan menikmati masa tua saya bersama keluarga saya.

UMUR
RENCANA HIDUP
18-21
Menjadi orang yang berguna bagi keluarga, maasyarakat, kuliah, dan banyak orang. Dengan cara raji giat belajar dan berperan aktif di kampus atau di linkungan sekitar. Di kampus rencananya saya akan menargetkan ipk 3.80
22-30
Saya menargetkan sekripsi di umur 22, dan lulus menjadi sarjana ekonomi di universitas gunadrma.
Saya mencoba mencari lowongan pekerjaan di berbagai perusahaan. Setelah di terima perusahaan tersebut saya akan bekerja sebaik mungkin agar bisa mendapatkan jabatan yang lebih tinggi nantinya.
Mencoba melanjutkan jenjang s2 di umur 26th,jika saya mempunyai bekal untuk melanjutkannya.
Menemukan pasangan hidup yang soleha, dan menikah di umur 28 tahun. Jika allah menghendaki saya menikah di umur 28th.
Di umur 29th atau 30th saya dan istri saya mempunyai anak 2 laki2 dan perempuan yg kedepannya nati menjadi anak yang soleh dan soleha.
31-40
Menjadi seorang manajer di sebuah perusahaan ternama
Membiayai kedua orang tua saya pergi haji.
Membeli rumah untuk keluarga baru saya,
Membatu orang yg kesusahan atau yg kurang mampu dengan mengadakan bakti social.

41-50
Pergi umroh dan haji bersama sang istri tercinta.
Membangun sebuah usaha sendiri yg kedepannya semoga menjadi usaha yg sukses dan maju.
Menjaga dan merawat orang tua karna orang tua sudah semakin uzur.
51-
Masih menjalankan usaha saya sendiri.
Menikmati sisa-sisa hidup saya dengan istri dan anak-anak.
Anak-anak saya mempunyai anak. Dan saya akhirnya menjadi kakek dari cucu saya.

Isramrasal.staff.gunadarma.ac.id