Jumat, 16 Oktober 2015

Tulisan_2ss_Pengantar Bisnis

MENGEMBANGKAN POTENSI SOFTSKILL



Sopan santun adalah hal yang penting untuk dipelajari. Bertingkah laku sesuai dengan cara yang diterima dan dihargai oleh lingkungan sosial menunjukkan rasa hormat, kepedulian, dan perhatian kepada orang lain. Perilaku yang sangat baik dapat membantu Anda memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang yang Anda kenal, dan orang-orang yang akan Anda temui. Jika Anda ingin memiliki sopan santun, maka Anda harus menguasai etika makan, etika menelepon, serta mempelajari etika dasar, yang meliputi bersikap sopan dan menahan pintu untuk orang lain. Sopan santun membawa rasa hormat kepada orang yang berinteraksi dengan Anda, dan Anda juga mendapat rasa hormat dari orang yang Anda.
Ketika anda sedang memasuki ruangan kelas, anda harus menggunakan etika dalam memasuki ruangan tersebut, yaitu:
  • ·         Sebelum memasuki ruang kelas hendak nya kita mengetuk pintu terlebih dahulu
  • ·         Kalau tidak ada tanggapan dari dalam, lakukan ketuk pintu lagi
  • ·         Setelah ada tanggapan dari dosen/guru, barulah kita memasuki ruangan
  • ·         Lalu ucapkan salam kepada dosen tersebut
  • ·         Bertanya, setelah mengucapkan salam anda harus bertanyaka apakah ruangan ini yang ia tuju untuk belajar.


Selain menggunakan etika dalam memasuki ruangan, anda juga perlu tau etika berbicara dengan sopan:
  • ·         Saat mengetuk pintu kita ucapkan permisi
  • ·         Setelah masuk ruangan ucapkan permisi lagi dengan di ikuti senyuman  kepada dosen tersebut
  • ·         Ucapkan terima kasih ketika di perbolehkan masuk dan duduk di dalam kelas
  • ·         Jika tidak di perbolehkan masuk atau salah ruangan/kelas, ucapkan minta maaf kepada dosen tersebut

hhttp://id.wikihow.com/Memiliki-Sopan-Santun

Tugas_2ss_Pengantar Bisnis

CONVENIENCE STORE

Convenience Store adalah suatu toko kecil yang umumnya mudah diakses umum atau bersifat lokal. Toko semacam ini umumnya berlokasi di jalan yang ramai, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), atau stasiun kereta api. Toko kelontong sering ditemukan di lokasi perumahan padat di perkotaan. Kebanyakan toko kelontong masih bersifat tradisional dan konvensional, dimana pembeli tidak bisa mengambil barangnya sendiri, karena rak toko yang belum modern dan menjadi pembatas antara penjual dan pembeli.
Convenience Store merupakan industri retail yang sedang berkembang. Convenience store kemudian hadir danmendukung aktivitas masyarakat kotaJakarta dengan menyediakan produk-produkFMCG (fast-moving consumer goods) dengan lokasi yang nyaman, bersih danaman selama 24 jam. Pelaku bisnis convenience store yang bersaing diindonesia adalah 7-Eleven, Circle K,Lawson, Indomaret Point, Familymart, dll.


LAWSON
Lawson adalah jaringan toko kelontong terbesar nomor dua di Jepang setelah 7-Eleven. Kantor pusat Lawson di East Tower, Gate City Ohsaki di Ōsaki, Shinagawa, Tokyo. Logo perusahaan ini berupa kaleng susu untuk mengingatkan orang bahwa Lawson berawal dari toko susu yang didirikan pemilik pabrik susu yang didirikan pemilik pabrik susu bernama J.J. Lawson di negara bagian Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1939. Namun Lawson sekarang adalah perusahaan Jepang, sekaligus pemilik jaringan convenience store terbesar kedua di Jepang setelah 7-Eleven.

PERKEMBANGAN LAWSON DI INDONESIA
Di Indonesia, Lawson menandatangani perjanjian lisensi dengan PT. Midi Utama Indonesia, Tbk dari Alfa Group pada 20 Juni 2011. Midi Utama Indonesia adalah pemilik merek mini market Alfamidi dan Alfaexpress. PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk juga dari Alfa Group adalah pemilik merek mini market Alfamart. Presiden Komisaris PT Midi Utama Indonesia Tbk Djoko Susanto mengatakan Midi menargetkan menghadirkan 50 Lawson sampai Agustus 2012,  modalnya diperoleh perusahaan tersebut dengan mendapat pinjaman sebesar Rp200 miliar dari Bank BCA. Djoko mengatakan investasi untuk membangun satu gerai Lawon di Indonesia membutuhkan dana sekitar Rp 3 miliar, dengan luas gerai sekitar 200 m2, dan 70% produk yang dijual di dalam toko merupakan makanan dan minuman siap saji. Lawson membidik konsumen dengan usia 20-40 tahun, dan lebih disasarkan pada para pekerja. Di gerai tersebut akan ada panganan  gorengan dan rebusan. Di gerai juga disediakan meja dan bangku.
 Gerai pertama Lawson di Indonesia dibuka di Kemang, Jakarta Selatan pada Juli 2011. Hingga Maret 2013, Lawson telah memiliki 83 toko di Bali, Bandung, Bekasi, Bogor, Depok,Jakarta, Jawa Barat, dan Tangerang. Di Indonesia, pembeli dapat membeli makanan siap saji dan minuman untuk dinikmati di ruang duduk yang terdapat di dalam dan di luar toko. Produk orisinal Lawson di Indonesia adalah oden dan onigiri.


sumber: 
(http://industri.bisnis.com/read/20110714/12/43558/lawson-garap-pasar-di-indonesia)


Selasa, 13 Oktober 2015

Tugas Ilmu Budaya Dasar

LEMBAR OBSEVRVASI

Tempat: Rumah (Jl. Rancadulang no.1 margasari)
Subjek                       : S
Tema                         : Cinta kasih
Tanggal pengamatan : 12-14 OKTOBER 2015


NO
TEMA
PERILAKU YANG TAMPAK
1
Pengasuhan
Dalam pengasuhan ibu saya memberikan yang terbaik untuk anak-anak nya seperti memberitahukan anak-anaknya untung berbuat disiplin, menegur anak-anaknya ketika berbuat salah
2
Tanggungjawab
Ibu saya selalu bertanggung jawab dalam menjaga anak-anak nya seperti memberikan makan kepada anak-anak dan ayah setiap hari.
3
perhatian
Ketika  saya sedang merasa kesulitan ibu saya selalu membantu sebaik mungkin kepada saya
4
Pengenalan
Ketika  saya pulang kuliah, ibu saya selalu bilang “bagaimana pelajaran di kuliah hari ini?” “teman-temannya baik apa tidak?”
Dan ketika saya cerita tentang teman-teman saya, ia selalu menanyakan “siapa teman kamu?””rumahnya dimana?”
5
Keterikatan
Tidak Nampak
6
Keintiman
Tidak nampak

7
Kemesraan
Tidak nampak


Jumat, 02 Oktober 2015

Tugas_1ss_Pengantar Bisnis



 7-ELEVEN

1. Sejarah & Perkembangan 7 Eleven
7 Eleven merupakan salah satu jaringan ritel convenience store kelas dunia yang tersebar di 18 negara di dunia dengan jumlah outlet lebih dari 36.000 outlet. Di kawasan Asia dan Australia ritel ini sudah ada di 11 negara.
7-Eleven adalah jaringan toko kelontong (convenience store) 24 jam asal Amerika Serikat yang sejak tahun 2005 kepemilikannya dipegang Seven & I Holdings Co., sebuah perusahaan Jepang. Pada tahun 2004, lebih dari 26.000 gerai 7-Eleven tersebar di 18 negara;[1] antara pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat dan Jepang.
Didirikan pada tahun 1927 di Oak Cliff, Texas (kini masuk wilayah Dallas), nama “7-Eleven” mulai digunakan pada tahun 1946. Sebelum toko 24 jam pertama dibuka di Austin, Texas pada tahun 1962, 7-Eleven buka dari jam 7 pagi hingga 11 malam, dan karenanya bernama “7-Eleven” (7-Sebelas).
Setiap gerai 7-Eleven menjual berbagai jenis produk, umumnya makanan, minuman, dan majalah. Di berbagai negara, tersedia pula layanan seperti pembayaran tagihan serta penjualan makanan khas daerah. Produk khas 7-Eleven adalah Slurpee, sejenis minumas es dan Big Gulp, minuman soft drink berukuran besar.

2. Perkembangan 7 Eleven di Indonesia
 Masuknya 7 Eleven ke Indonesia melalui jalur franchise oleh PT. Modern Internasional Tbk (juga distributor tunggal produk Fuji Film Jepang di Indonesia) melalui anak perusahaannya, PT Modern PutraIndonesia. Seperti diberitakan di situs resminya pembukaan gerai pertama kali yaitu pada tanggal 07 November 2009 di daerah Bulungan, Jakarta Selatan. Pembukaan dilakukan oleh empat orang secara bersamaan, Bapak Sungkono Honoris, Bapak Luntungan Honoris, dan Bapak Siwi Honoris mewakili PT Modern PutraIndonesia, dan Bapak Bob Jenkins, mewakili Principal 7 Eleven.
Indonesia adalah termasuk negara ke-12 di kawasan Asia dan Australia dengan keberadaan 7 eleven didalamnya. Bisa dipastikan dunia bisnis ritel di Indonesia akan semakin bergairah dengan semua tantangan dan peluangnya. Hingga saat ini sudah banyak muncul para pemain dalam bisnis ritel ini dari mulai kelas mini market, supermarket hingga hypermarket. Tidak hanya ritel lokal saja, ritel asing yang masuk melalui system kewaralabaan juga sudah mulai bermunculan.


3. Analisi SWOT
analisis SWOT yang telah kami lakukan untuk meneliti 7-eleven berdasarkan riset yang telah kami lakukan di lapangan.
-. KEKUATAN ( STRENGTH ) :
            1. tempat strategis.
            2. banyak produk yang ditawarkan.
            3. free wi-fi.
            4. pencahayaan yang terang.
            5. pelayanan yang ramah.
-. KELEMAHAN ( WEAKNESS ) :
            1. produk yang dijual cukup mahal.
            2. lahan parkir yang kecil.
            3. lingkungan yang kotor.
            4. sirkulasi udara yang kurang baik.
            5. akses jalan masuk yang cukup padat.
-. PELUANG ( OPPURTUNITY ) :
            1. memiliki peralatan yang canggih untuk menarik konsumen.
            2. banyak sekolah atau universitas yang berada diwilayah usaha                                      untuk meningkatkan pendapatan.
-. ANCAMAN ( THREAT ) :
           1. terdapat lokasi usaha yang sama.
           2. harga yang tinggi dari produk yang dapat menurunkan potensi keuntungan.
           3. banyak usaha yang sama dalam industri.
           4. persaingan yang sangat ketat untuk mendapatkan konsumen dalam industri yang                  sama.
           (https://agungkevinkarang.wordpress.com/2012/10/15/analisis-swot-7-eleven/)

4. Target Pasar
Meski konsumen yang datang ke 7-eleven didominasi dari kalangan pelajar serta anak-anak muda, namun berdasarkan pengamatan peneliti pada gerai 7-eleven, konsumen juga berasal dari pengusaha/pekerja yang bekerja di sekitar daerah tersebut, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, dan orang yang sudah lanjut usia. Sehingga dapat dilihat bahwa 7-eleven tidak memiliki target pasar dengan segmen yang lebih luas jika di bandingkan dengan berbagai convenience store lainnya.

5. Tata Lokasi 7-Eleven
Usaha 7-Eleven menunjukan perkembangan yang baik dari mulai berdirinya pada tahum 2009. Tanpa banyak promosi dan publikasi, kemampuan dalam membuka gerai ini tergolong sangat cepat, karna waktu pembukaan antara yang satu dengan lainnya cukup dekat dan sekitar 1-2 minggu akan muncul  gerai 7-Eleven. Penentuan lokasi gerai 7-Eleven ditinjau berdasarkan traffic generator:
a.    Resident Area
Lokasi gerai dekat dengan perumahan temoat tinggal masyarakat. Hal ini untuk mengetahui apakah lokasi gerai cukup strategis dari rumah masyarakat dan pelanggan.
b.    Officce Building
Lokasi gerai perlu dilihat pula jika berdekatan engan perkantoran, sehingga dapat menarik para pegawai perkantoran untuk menjadi konsumen gerai 7-Eleven.
c.    Sekolah
Lokasi gerai yang berdekatan dengan sekolah. Diharapkan dapat menarik para siswa-siswi agar dapat berbelanja setelah pulang sekolah. Dan ada fasilitas wifi yang sangat disukai siswa-siswi untuk menikmati fasilitas tesebut untuk membrowsing internet dll.

7-Eleven mempunyai potensi accesbillity yang cukup mudah atau tidak denagn lokasi yang bersangkutan. Accesbillity itu berarti apakah lokasi gerai mudah di akses atau tidak dari tiap-tiap lalu lintas di daerah tersebut. Dengan pertimbangan, bahwa semakin mudah akses maka semakin tinggi kemungkinan dari gerai tersebut untuk memiliki banyak konsumen.