Kamis, 05 November 2015

Tulisan_3SS_Pengantar.Bisnis (GAYA KEPEMIMPINAN SEORANG MANAJER PERUSAHAAN)

MENGANALISIS KEPIMPINAN DI SUATU PERUSAHAAN DENGAN GAYA KEPEMIMPINANNYA


NAMA PERUSAHAAN        : PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPPI Tbk
PEMIMPIN                           : Bapak “AS” (nama asli disamarkan)
GAYA KEPEMIMPINAN     : Demokratis

Saya akan menganalisis tentang gaya kepemimpinan seorang manajer di perusahaan air mineral PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPI TBK. Gaya kepemimpinan seorang manajer di bagi menjadi 3 macam, yaitu: Otokratis, Partisipatif, dan Laissez faire. Partisipatif di kelompokan menjadi 3 bagian yaitu (Demokratif, Konsekual, dan Konsultatif).

Arti dari gaya kemimpinan yang demokratis adalah kemampuan pemimpin untuk mempengaruhi bawahan untuk saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan dan bawahan.

Disini saya akan menganalisis Bapak “AS” sebagai pimpinan manajer di PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPI Tbk. Bapak “AS” adalah seorang pimpinan di perusahan tersebut yang memiliki gaya kepemimpinan yang partisipatif dan salah satunya demokratis karna yg sudah dijelaskan di atas bahwa, demokratif merupakan bagian dari partisipatif. Manajer tersebut mudah bergaul atau sangat berbaur dengan bawahannya dan sudah di anggap sebagai partner kerja. Cara ia berkomunikasi dengan bawahan selalu menggunaka tutur kata yang baik dan sopan, dan bawahannya pun sudah tidak canggung lagi saat berkomunikasi dengan atasannya tersebut. ia juga mengajak bawahannya untuk bekerjasama untuk membuat kebijakan perusahaan. Selain itu ia memberikan kebebasan kepada bawahan untuk mengeluarkan pendapat tentang perusahaan tersebut. Ia juga selalu bermusyawarah dengan bawahan agar tujuan perusahaan tersebut tercapai dengan lancer. Walaupun ia terkadang suka marah saat bawahannya melakukan pekerjannya dengan lelet itu bukan berarti dia sifatnya sangat over protective, malah ia melakukan perbuatan tersebut agar bawahan menjadi termotivasi untuk bekerja lebih giat dan agar sikap leletnya di hilangkan.

Selain itu, Bapak “AS” memberikan refreshing kepada bawahannya seperti mengajak liburan. Tidak tangung-tanggung ia mengajak bawahannya berlibur setiap 3 bulan sekali. Itu agar bawahan dan atasan dapat saling terjaga kerjasamanya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar