Jumat, 16 Oktober 2015

Tugas_2ss_Pengantar Bisnis

CONVENIENCE STORE

Convenience Store adalah suatu toko kecil yang umumnya mudah diakses umum atau bersifat lokal. Toko semacam ini umumnya berlokasi di jalan yang ramai, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), atau stasiun kereta api. Toko kelontong sering ditemukan di lokasi perumahan padat di perkotaan. Kebanyakan toko kelontong masih bersifat tradisional dan konvensional, dimana pembeli tidak bisa mengambil barangnya sendiri, karena rak toko yang belum modern dan menjadi pembatas antara penjual dan pembeli.
Convenience Store merupakan industri retail yang sedang berkembang. Convenience store kemudian hadir danmendukung aktivitas masyarakat kotaJakarta dengan menyediakan produk-produkFMCG (fast-moving consumer goods) dengan lokasi yang nyaman, bersih danaman selama 24 jam. Pelaku bisnis convenience store yang bersaing diindonesia adalah 7-Eleven, Circle K,Lawson, Indomaret Point, Familymart, dll.


LAWSON
Lawson adalah jaringan toko kelontong terbesar nomor dua di Jepang setelah 7-Eleven. Kantor pusat Lawson di East Tower, Gate City Ohsaki di Ōsaki, Shinagawa, Tokyo. Logo perusahaan ini berupa kaleng susu untuk mengingatkan orang bahwa Lawson berawal dari toko susu yang didirikan pemilik pabrik susu yang didirikan pemilik pabrik susu bernama J.J. Lawson di negara bagian Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1939. Namun Lawson sekarang adalah perusahaan Jepang, sekaligus pemilik jaringan convenience store terbesar kedua di Jepang setelah 7-Eleven.

PERKEMBANGAN LAWSON DI INDONESIA
Di Indonesia, Lawson menandatangani perjanjian lisensi dengan PT. Midi Utama Indonesia, Tbk dari Alfa Group pada 20 Juni 2011. Midi Utama Indonesia adalah pemilik merek mini market Alfamidi dan Alfaexpress. PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk juga dari Alfa Group adalah pemilik merek mini market Alfamart. Presiden Komisaris PT Midi Utama Indonesia Tbk Djoko Susanto mengatakan Midi menargetkan menghadirkan 50 Lawson sampai Agustus 2012,  modalnya diperoleh perusahaan tersebut dengan mendapat pinjaman sebesar Rp200 miliar dari Bank BCA. Djoko mengatakan investasi untuk membangun satu gerai Lawon di Indonesia membutuhkan dana sekitar Rp 3 miliar, dengan luas gerai sekitar 200 m2, dan 70% produk yang dijual di dalam toko merupakan makanan dan minuman siap saji. Lawson membidik konsumen dengan usia 20-40 tahun, dan lebih disasarkan pada para pekerja. Di gerai tersebut akan ada panganan  gorengan dan rebusan. Di gerai juga disediakan meja dan bangku.
 Gerai pertama Lawson di Indonesia dibuka di Kemang, Jakarta Selatan pada Juli 2011. Hingga Maret 2013, Lawson telah memiliki 83 toko di Bali, Bandung, Bekasi, Bogor, Depok,Jakarta, Jawa Barat, dan Tangerang. Di Indonesia, pembeli dapat membeli makanan siap saji dan minuman untuk dinikmati di ruang duduk yang terdapat di dalam dan di luar toko. Produk orisinal Lawson di Indonesia adalah oden dan onigiri.


sumber: 
(http://industri.bisnis.com/read/20110714/12/43558/lawson-garap-pasar-di-indonesia)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar