CONVENIENCE STORE
Convenience
Store adalah suatu toko kecil
yang umumnya mudah diakses umum atau bersifat lokal. Toko semacam ini umumnya
berlokasi di jalan yang
ramai, stasiun pengisian bahan bakar (SPBU),
atau stasiun kereta api. Toko kelontong sering ditemukan di lokasi
perumahan padat di perkotaan. Kebanyakan toko kelontong masih bersifat
tradisional dan konvensional, dimana pembeli tidak bisa mengambil barangnya
sendiri, karena rak toko yang belum modern dan menjadi pembatas antara penjual
dan pembeli.
Convenience Store merupakan industri retail yang sedang
berkembang. Convenience store kemudian hadir danmendukung aktivitas
masyarakat kotaJakarta dengan menyediakan produk-produkFMCG (fast-moving
consumer goods) dengan lokasi yang nyaman, bersih danaman selama 24 jam. Pelaku
bisnis convenience store yang bersaing diindonesia adalah 7-Eleven,
Circle K,Lawson, Indomaret Point, Familymart, dll.
LAWSON
Lawson adalah jaringan toko kelontong terbesar
nomor dua di Jepang setelah 7-Eleven.
Kantor pusat Lawson di East Tower, Gate City Ohsaki di Ōsaki, Shinagawa, Tokyo.
Logo perusahaan ini berupa kaleng susu untuk mengingatkan orang bahwa Lawson
berawal dari toko susu yang didirikan pemilik pabrik susu yang didirikan pemilik pabrik susu
bernama J.J. Lawson di negara bagian Ohio, Amerika Serikat pada tahun 1939.
Namun Lawson sekarang adalah perusahaan Jepang, sekaligus pemilik jaringan convenience
store terbesar kedua di
Jepang setelah 7-Eleven.
PERKEMBANGAN LAWSON DI
INDONESIA
Di Indonesia, Lawson
menandatangani perjanjian lisensi dengan PT. Midi Utama Indonesia, Tbk dari Alfa
Group pada 20 Juni 2011. Midi Utama Indonesia
adalah pemilik merek mini market Alfamidi dan Alfaexpress. PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk juga dari
Alfa Group adalah pemilik merek mini market Alfamart. Presiden Komisaris PT Midi Utama Indonesia Tbk
Djoko Susanto mengatakan Midi menargetkan menghadirkan 50 Lawson sampai Agustus
2012, modalnya diperoleh perusahaan tersebut dengan mendapat pinjaman
sebesar Rp200 miliar dari Bank BCA. Djoko mengatakan investasi untuk membangun
satu gerai Lawon di Indonesia membutuhkan dana sekitar Rp 3 miliar, dengan luas
gerai sekitar 200 m2, dan 70% produk yang dijual di dalam toko merupakan makanan
dan minuman siap saji. Lawson membidik konsumen dengan usia 20-40 tahun, dan
lebih disasarkan pada para pekerja. Di gerai tersebut akan ada panganan
gorengan dan rebusan. Di gerai juga disediakan meja dan bangku.
Gerai
pertama Lawson di Indonesia dibuka di Kemang, Jakarta Selatan pada Juli 2011. Hingga
Maret 2013, Lawson telah memiliki 83 toko di Bali, Bandung, Bekasi, Bogor, Depok,Jakarta, Jawa Barat, dan Tangerang. Di
Indonesia, pembeli dapat membeli makanan siap saji dan minuman untuk dinikmati
di ruang duduk yang terdapat di dalam dan di luar toko. Produk orisinal Lawson
di Indonesia adalah oden dan onigiri.
sumber:
(http://industri.bisnis.com/read/20110714/12/43558/lawson-garap-pasar-di-indonesia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar