7-ELEVEN
1. Sejarah & Perkembangan 7 Eleven
7 Eleven merupakan salah satu jaringan ritel convenience store
kelas dunia yang tersebar di 18 negara di dunia dengan jumlah outlet lebih dari
36.000 outlet. Di kawasan Asia dan Australia ritel ini sudah ada di 11 negara.
7-Eleven adalah jaringan toko kelontong (convenience store) 24
jam asal Amerika Serikat yang sejak tahun 2005 kepemilikannya dipegang Seven
& I Holdings Co., sebuah perusahaan Jepang. Pada tahun 2004, lebih dari
26.000 gerai 7-Eleven tersebar di 18 negara;[1] antara pasar terbesarnya adalah
Amerika Serikat dan Jepang.
Didirikan pada tahun 1927 di Oak Cliff, Texas (kini masuk
wilayah Dallas), nama “7-Eleven” mulai digunakan pada tahun 1946. Sebelum toko
24 jam pertama dibuka di Austin, Texas pada tahun 1962, 7-Eleven buka dari jam
7 pagi hingga 11 malam, dan karenanya bernama “7-Eleven” (7-Sebelas).
Setiap gerai 7-Eleven menjual berbagai jenis produk, umumnya
makanan, minuman, dan majalah. Di berbagai negara, tersedia pula layanan
seperti pembayaran tagihan serta penjualan makanan khas daerah. Produk khas
7-Eleven adalah Slurpee, sejenis minumas es dan Big Gulp, minuman soft drink
berukuran besar.
2. Perkembangan 7 Eleven di Indonesia
Masuknya 7 Eleven ke Indonesia melalui jalur franchise oleh PT. Modern Internasional Tbk (juga distributor tunggal produk Fuji Film Jepang di Indonesia) melalui anak perusahaannya, PT Modern PutraIndonesia. Seperti diberitakan di situs resminya pembukaan gerai pertama kali yaitu pada tanggal 07 November 2009 di daerah Bulungan, Jakarta Selatan. Pembukaan dilakukan oleh empat orang secara bersamaan, Bapak Sungkono Honoris, Bapak Luntungan Honoris, dan Bapak Siwi Honoris mewakili PT Modern PutraIndonesia, dan Bapak Bob Jenkins, mewakili Principal 7 Eleven.
Masuknya 7 Eleven ke Indonesia melalui jalur franchise oleh PT. Modern Internasional Tbk (juga distributor tunggal produk Fuji Film Jepang di Indonesia) melalui anak perusahaannya, PT Modern PutraIndonesia. Seperti diberitakan di situs resminya pembukaan gerai pertama kali yaitu pada tanggal 07 November 2009 di daerah Bulungan, Jakarta Selatan. Pembukaan dilakukan oleh empat orang secara bersamaan, Bapak Sungkono Honoris, Bapak Luntungan Honoris, dan Bapak Siwi Honoris mewakili PT Modern PutraIndonesia, dan Bapak Bob Jenkins, mewakili Principal 7 Eleven.
Indonesia adalah termasuk negara ke-12 di kawasan Asia dan
Australia dengan keberadaan 7 eleven didalamnya. Bisa dipastikan dunia bisnis
ritel di Indonesia akan semakin bergairah dengan semua tantangan dan
peluangnya. Hingga saat ini sudah banyak muncul para pemain dalam bisnis ritel
ini dari mulai kelas mini market, supermarket hingga hypermarket. Tidak hanya
ritel lokal saja, ritel asing yang masuk melalui system kewaralabaan juga sudah
mulai bermunculan.
3. Analisi SWOT
analisis SWOT yang telah kami lakukan untuk meneliti 7-eleven berdasarkan riset yang telah kami lakukan di lapangan.
analisis SWOT yang telah kami lakukan untuk meneliti 7-eleven berdasarkan riset yang telah kami lakukan di lapangan.
-. KEKUATAN (
STRENGTH ) :
1. tempat
strategis.
2. banyak produk yang ditawarkan.
3. free wi-fi.
4. pencahayaan yang terang.
5. pelayanan yang ramah.
-.
KELEMAHAN ( WEAKNESS ) :
1. produk yang dijual cukup mahal.
2. lahan parkir yang kecil.
3. lingkungan yang kotor.
4. sirkulasi udara yang kurang baik.
5. akses jalan masuk yang cukup padat.
-. PELUANG (
OPPURTUNITY ) :
1. memiliki peralatan yang canggih untuk
menarik konsumen.
2. banyak sekolah atau universitas yang berada
diwilayah usaha
untuk
meningkatkan pendapatan.
-. ANCAMAN ( THREAT
) :
1. terdapat lokasi usaha yang sama.
2. harga yang tinggi
dari produk yang dapat menurunkan potensi keuntungan.
3. banyak usaha yang
sama dalam industri.
4. persaingan yang
sangat ketat untuk mendapatkan konsumen dalam industri yang sama.
(https://agungkevinkarang.wordpress.com/2012/10/15/analisis-swot-7-eleven/)
4. Target Pasar
Meski
konsumen yang datang ke 7-eleven didominasi dari kalangan pelajar serta
anak-anak muda, namun berdasarkan pengamatan peneliti pada gerai 7-eleven,
konsumen juga berasal dari pengusaha/pekerja yang bekerja di sekitar daerah
tersebut, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, dan orang yang sudah lanjut usia.
Sehingga dapat dilihat bahwa 7-eleven tidak memiliki target pasar dengan segmen
yang lebih luas jika di bandingkan dengan berbagai convenience store lainnya.
5. Tata Lokasi 7-Eleven
Usaha
7-Eleven menunjukan perkembangan yang baik dari mulai berdirinya pada tahum
2009. Tanpa banyak promosi dan publikasi, kemampuan dalam membuka gerai ini
tergolong sangat cepat, karna waktu pembukaan antara yang satu dengan lainnya
cukup dekat dan sekitar 1-2 minggu akan muncul gerai 7-Eleven. Penentuan lokasi gerai
7-Eleven ditinjau berdasarkan traffic
generator:
a.
Resident Area
Lokasi gerai dekat dengan
perumahan temoat tinggal masyarakat. Hal ini untuk mengetahui apakah lokasi
gerai cukup strategis dari rumah masyarakat dan pelanggan.
b.
Officce Building
Lokasi gerai perlu
dilihat pula jika berdekatan engan perkantoran, sehingga dapat menarik para
pegawai perkantoran untuk menjadi konsumen gerai 7-Eleven.
c.
Sekolah
Lokasi gerai yang
berdekatan dengan sekolah. Diharapkan dapat menarik para siswa-siswi agar dapat
berbelanja setelah pulang sekolah. Dan ada fasilitas wifi yang sangat disukai siswa-siswi untuk menikmati fasilitas
tesebut untuk membrowsing internet dll.
7-Eleven mempunyai potensi accesbillity yang cukup mudah atau tidak
denagn lokasi yang bersangkutan. Accesbillity itu berarti apakah lokasi gerai
mudah di akses atau tidak dari tiap-tiap lalu lintas di daerah tersebut. Dengan pertimbangan, bahwa
semakin mudah akses maka semakin tinggi kemungkinan dari gerai tersebut untuk
memiliki banyak konsumen.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar