Jumat, 02 Oktober 2015

Tugas_1ss_Pengantar Bisnis



 7-ELEVEN

1. Sejarah & Perkembangan 7 Eleven
7 Eleven merupakan salah satu jaringan ritel convenience store kelas dunia yang tersebar di 18 negara di dunia dengan jumlah outlet lebih dari 36.000 outlet. Di kawasan Asia dan Australia ritel ini sudah ada di 11 negara.
7-Eleven adalah jaringan toko kelontong (convenience store) 24 jam asal Amerika Serikat yang sejak tahun 2005 kepemilikannya dipegang Seven & I Holdings Co., sebuah perusahaan Jepang. Pada tahun 2004, lebih dari 26.000 gerai 7-Eleven tersebar di 18 negara;[1] antara pasar terbesarnya adalah Amerika Serikat dan Jepang.
Didirikan pada tahun 1927 di Oak Cliff, Texas (kini masuk wilayah Dallas), nama “7-Eleven” mulai digunakan pada tahun 1946. Sebelum toko 24 jam pertama dibuka di Austin, Texas pada tahun 1962, 7-Eleven buka dari jam 7 pagi hingga 11 malam, dan karenanya bernama “7-Eleven” (7-Sebelas).
Setiap gerai 7-Eleven menjual berbagai jenis produk, umumnya makanan, minuman, dan majalah. Di berbagai negara, tersedia pula layanan seperti pembayaran tagihan serta penjualan makanan khas daerah. Produk khas 7-Eleven adalah Slurpee, sejenis minumas es dan Big Gulp, minuman soft drink berukuran besar.

2. Perkembangan 7 Eleven di Indonesia
 Masuknya 7 Eleven ke Indonesia melalui jalur franchise oleh PT. Modern Internasional Tbk (juga distributor tunggal produk Fuji Film Jepang di Indonesia) melalui anak perusahaannya, PT Modern PutraIndonesia. Seperti diberitakan di situs resminya pembukaan gerai pertama kali yaitu pada tanggal 07 November 2009 di daerah Bulungan, Jakarta Selatan. Pembukaan dilakukan oleh empat orang secara bersamaan, Bapak Sungkono Honoris, Bapak Luntungan Honoris, dan Bapak Siwi Honoris mewakili PT Modern PutraIndonesia, dan Bapak Bob Jenkins, mewakili Principal 7 Eleven.
Indonesia adalah termasuk negara ke-12 di kawasan Asia dan Australia dengan keberadaan 7 eleven didalamnya. Bisa dipastikan dunia bisnis ritel di Indonesia akan semakin bergairah dengan semua tantangan dan peluangnya. Hingga saat ini sudah banyak muncul para pemain dalam bisnis ritel ini dari mulai kelas mini market, supermarket hingga hypermarket. Tidak hanya ritel lokal saja, ritel asing yang masuk melalui system kewaralabaan juga sudah mulai bermunculan.


3. Analisi SWOT
analisis SWOT yang telah kami lakukan untuk meneliti 7-eleven berdasarkan riset yang telah kami lakukan di lapangan.
-. KEKUATAN ( STRENGTH ) :
            1. tempat strategis.
            2. banyak produk yang ditawarkan.
            3. free wi-fi.
            4. pencahayaan yang terang.
            5. pelayanan yang ramah.
-. KELEMAHAN ( WEAKNESS ) :
            1. produk yang dijual cukup mahal.
            2. lahan parkir yang kecil.
            3. lingkungan yang kotor.
            4. sirkulasi udara yang kurang baik.
            5. akses jalan masuk yang cukup padat.
-. PELUANG ( OPPURTUNITY ) :
            1. memiliki peralatan yang canggih untuk menarik konsumen.
            2. banyak sekolah atau universitas yang berada diwilayah usaha                                      untuk meningkatkan pendapatan.
-. ANCAMAN ( THREAT ) :
           1. terdapat lokasi usaha yang sama.
           2. harga yang tinggi dari produk yang dapat menurunkan potensi keuntungan.
           3. banyak usaha yang sama dalam industri.
           4. persaingan yang sangat ketat untuk mendapatkan konsumen dalam industri yang                  sama.
           (https://agungkevinkarang.wordpress.com/2012/10/15/analisis-swot-7-eleven/)

4. Target Pasar
Meski konsumen yang datang ke 7-eleven didominasi dari kalangan pelajar serta anak-anak muda, namun berdasarkan pengamatan peneliti pada gerai 7-eleven, konsumen juga berasal dari pengusaha/pekerja yang bekerja di sekitar daerah tersebut, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, dan orang yang sudah lanjut usia. Sehingga dapat dilihat bahwa 7-eleven tidak memiliki target pasar dengan segmen yang lebih luas jika di bandingkan dengan berbagai convenience store lainnya.

5. Tata Lokasi 7-Eleven
Usaha 7-Eleven menunjukan perkembangan yang baik dari mulai berdirinya pada tahum 2009. Tanpa banyak promosi dan publikasi, kemampuan dalam membuka gerai ini tergolong sangat cepat, karna waktu pembukaan antara yang satu dengan lainnya cukup dekat dan sekitar 1-2 minggu akan muncul  gerai 7-Eleven. Penentuan lokasi gerai 7-Eleven ditinjau berdasarkan traffic generator:
a.    Resident Area
Lokasi gerai dekat dengan perumahan temoat tinggal masyarakat. Hal ini untuk mengetahui apakah lokasi gerai cukup strategis dari rumah masyarakat dan pelanggan.
b.    Officce Building
Lokasi gerai perlu dilihat pula jika berdekatan engan perkantoran, sehingga dapat menarik para pegawai perkantoran untuk menjadi konsumen gerai 7-Eleven.
c.    Sekolah
Lokasi gerai yang berdekatan dengan sekolah. Diharapkan dapat menarik para siswa-siswi agar dapat berbelanja setelah pulang sekolah. Dan ada fasilitas wifi yang sangat disukai siswa-siswi untuk menikmati fasilitas tesebut untuk membrowsing internet dll.

7-Eleven mempunyai potensi accesbillity yang cukup mudah atau tidak denagn lokasi yang bersangkutan. Accesbillity itu berarti apakah lokasi gerai mudah di akses atau tidak dari tiap-tiap lalu lintas di daerah tersebut. Dengan pertimbangan, bahwa semakin mudah akses maka semakin tinggi kemungkinan dari gerai tersebut untuk memiliki banyak konsumen.

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar